BELI CELANA INI SEKARANG!!

BELI CELANA INI SEKARANG!!
Aerials Wear

Saturday, April 2, 2011

Esai Kartu Plastik


Dianti Wulan Suci dan Andiri Wicak
Abstrak
            Kartu plastik adalah kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang dibutuhkannya secara hutang. Kartu Plastik adalah alat pembayaran yang sangat mudah praktis. Pihak yang terkait dengan kartu plastik adalah nasabah, bank dan pedagang.Kartu plastik memiliki berbagai jenis –jenisnya sesuai dengan kebutuhan kita. Dari semua kemudahan yang tetap saja ada kekurangan dan kelebihan yang harus kita waspadai dalam pemilihan kartu plastik. Kartu plastik juga sangat erat kaitannya dengan ATM.
Kata kunci: kartu plastik, bank, nasabah (pemegang kartu), pedagang, dan ATM

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, pertumbuhan di berbagai sektor perekonomian mengalami perkembangan pesat. Tidak terkecuali dalam melakukan transaksi, dapat digunakan berbagai cara untuk pembayaran, mulai dari cara tradisional hingga cara yang modern. Pada awal sebelum dikenalnya uang manusis melakukan pembayaran dengan cara barter baik antara barang dengan barang atau barang dengan jasa bisa juga jasaa dengan jasa. Didalam perjalanan sistem ini  banyak sekali kendala yan dihadapi seperti membutuhkan waktu yang lama (efisien), hingga tidak terjadinya persamaan pemenuhan kebutuhan yang diinginkan.
Dalam perkembangan selanjutnya ditemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk melakukan transaksi yaitu dengan menggunakan “uang”. Dewasa ini penggunaan uang sebagai alat untuk melakukan pembayaran sudah dikenal luas dan penggunaan uang sebagai sarana pembayaran sudah merupakan kebutuhan pokok hampir di setiap kegiatan masyarakat.
Namun dalam perjalanannya penggunaan uang mengalami berbagai hambatan tertentu. Jika penggunaan dalam jumlah besar hambatannya adalah resiko membawa uang tunai sngat besar. Resiko yang timbul dan harus dihadapi adalah seperti resiko kehilangan pemalsuan atau terkena perampokan. Akibatnya penggunaan uang tunai sebagai alat pembayaran mulai berkurang penggunaannya.
Adalah kartu plastik atau yang lebih dikenal dengan nama kartu kredit atau uang plastik yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Disamping itu kartu plastik ini dapat pula digunakan untuk berbagai keperluan sehingga kegunaannya menjadi multi fungsi.
Resiko seperti di atas sedikit banyak dapat dieliminir dengan penggunaan kartu plastik ini. Penggunaan kartu kredit dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan seperti untuk berpergian, apalagi kartu kredit dewasa ini sudah dapat dipergunakan unuk segala kegiatan secara internasional seperti visa card dan master card.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Kapan kartu plastik di Indonesia mulai berkembang?
2.      Apa definisi dari kartu plastik?
3.      Siapa saja pihak yang terlibat?
4.      Bagaimana sistem kerja dan pemilihan kartu plastik?
5.      Apa saja jenis dari kartu plastik? jelaskan!
6.      Berapa banyak keuntungan atau kerugian yang diperoleh?

C.  Tujuan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut.
1.      Menjelaskan tentang perkembangan kartu plastik.
2.      Menjelaskan tentang definisi kartu plastik.
3.      Menjelaskan tentang pihak yang terlibat.
4.      Menjelaskan tentang sistem kerja dan pemilihan kartu kredit.
5.      Menjelaskan jenis dari kartu plastik.
6.      Menjelaskan tentang keuntungan dan kerugian dalam pemakaian kartu kredit.

D.  Manfaat
Jurnal ini disusun agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami secara mendasar mengenai kartu plastikdidalam sistem pembayaran di Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan proses jual-beli. Lebih jauh lagi, jurnal ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman dan panduan bagi kalangan masyarakat umum dalam memahami kartu plastik. Sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang kelebihan-kelebihan dan kemahan-kelemahan kartu plastik.






BAB II
PEMBAHASAN
A.  Sejarah Perkembangan Kartu Plastik
            Di awal perkembangan, kartu yang pertama kali diperkenalkan oleh perbankan yang dikenal lebih dari 67 tahun yang lalu. Sejak tahun 1924 konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankam telah diperkenalkan, dan baru beberapa tahun kemudian metode pemakaian kartu ini diikuti oleh 100 bank di seluruh dunia.
            Pada tahun 1950, Dinners Club dan American Express menjadi kartu yang menggunakan plastik pertama. Dan pada tahun 1958, American Express menawarkan kartu untuk pasar travel dan entertainment. Lalu pada tahun 1966, Bank of Amerika menawarkan lisensi Kartu Amerika Bank ke bank - bank lain untuk membuat kartu pembayaran.
            Tahun 1969, ATM (Automatic Teller Machine) pertama muncul di Inggris. Tahun 1970, Ide pembuatan kartu kredit diterima secara luas. Tetepi dari awal perkembangan hingga tahun 1970 kartu ini masih sangat sederhana. Meski demikian, muatan teknologi tinggi baru dapat muncul sekitar dekade 1970-an. Karena di tahun 1977 bank Americard memberi lisensi kartu kredit yang dipusatkan bersama secara resmi dibawah nama Visa.
            Pada tahun 1995, lebih dari 90 persen transaksi perbankan di Amerika melakukan transaksi secara elektronik. Di era sekarang kartu ini sangat dikenal luas seperti dalam olimpiade di Beijing tahun 2008 dipakai untuk sponsorship.
            Sedangkan di Indonesia sendiri penggunaan kartu plastik masih relative baru yaitu sekitar tahun delapan puluhan. Keluarnya keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 desember telah mengubah peta penyebaran kartu plastik semakin luas. Berdasarkan surat keputusan tersebut bisnis kartu plastic digolongkan sebagai kelompok usaha pembayaran.
            Pelopor pengembangan usaha kartu plastik di Indonesia dilakukan oleh Citibank dan Bank Duta. Dewasa ini jenis kartu plastik yang beredar semakin luas seperti, Master Card, Visa BCA card, Dinner Club, Kassa Card dan Amex Card. Khusus untuk Dinner Club, Kassa Card merupakan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank tetapi oleh perusahaan pembiayaan seperti PT. Dinners Jaya Indonesia utuk kartu Dinners dan PT. Kassa Multi Finance untuk kartu Kassa.
 
B.       Definisi Kartu Plastik
Pengertian kartu kredit Dalam Expert Dictionary didefinisikan: ”kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang dibutuhkannya secara hutang. Jadi Kartu plastik adalah Kartu yang dikeluarkan oleh bank dan lembaga non bank, diberikan kepada nasabah untuk alat pembayaran.
Kartu Plastik merupakan kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga non bank. Kartu plastik diberikan kepada nasabah untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat seperti supermarket, pasar swalayan, hotel, restoran, tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya. Disamping itu dengan kartu ini juga dapat diuangkan di berbagai tempat seperti ATM (Automated Teller Machine). ATM biasanya tersebar di berbagai tempat yang strategis seperti pusat perbelanjaan, hiburan dan perkantoran

C.    Pihak Yang Terlibat
            Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu plastik melibatkan berbagai pihak  yang saling berkepentingan. Masing-masing pihak satu sama lain terikat perjanjian baik mengenai hak maupun kewajiban. Pihak-pihak yang terlibat ini pada akhirnya akan membentuk suatu sistem kerja kartu kredit itu sendiri.
            Dalam sistem kerja kredit card ada 3 pihak yang terlibat yaitu:
·        Bank atau perusahaan pembiayaan baik sebagai penerbit dan pembayar
·        Pedagang (merchant), sebagai tempat belanja seperti, hotel, super market, pasar swalayan, restoran, tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya
·        Pemegang kartu (card holder), adalah nasabah yang namanya tetera dalam kartu tersebut dan yang berhak menggunakan untuk berbagai keperluan transaksi

D.    Sistem Kerja Kartu Plastik dan Pemilihan Kartu Kredit
            Sistem kerja kartu kredit adalah dengan melibatkan pihak-pihak yang saling berkepentingan. Sistem kerja kartu ini melibatkan pemegang kartu, perusahaan yang mengeluarkan kartu dan pihak pedagang (merchant). Sistem kerja kartu plastik mulai dari permohonan penerbitan kartu, transaksi pembelanjaan sampai dengan penagihan yang dilakukan oleh lembaga pembayar dapat dijelaskan sebagai berikut:
·        Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan memenuhi segala peraturan yang telah dibuat
·        Bank atau lembaga pembiayaan akan menerbitkan kartu apabila “disetujui”setelah melalui penelitian terhadap kredibilitas dan capabilitas calon nasabah, kemudian diserahkan ke nasabah.
·        Dengan kartu ini yang sudah disetujui pemegang kartu berbelanja di suatu tempat dengan bukti pembayaran.
Apabila nasabah pemegang kartu melakukan transaksi maka sistem kerja penagihan adala sebagai berikut:
·      Pemegang kartu melakukan transaksi dengan menunjukkan kartu dan menandatangani bukti transaksinya
·      Pihak pedagang akan menagihkan ke bank atau lembaga pembiyaan berdasarkan bukti transaksinya dengan nasabah
·      Bank atau lembaga pembiayaan akan membayar kembali kepada merchant sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati
·      Bank atau lembaga pembiayaan akan menagihkan ke pemegang kartu berdasarkan bukti pembeliaan sampai batas waktu tertentu
·      Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai batas waktu yang telah ditentukan dan apabila terjadi keterlambatan maka nasabah akan dikenakan bunga dan denda

Setiap nasabah yang memegang kartu kredit selalu mendambakan berbagai kemudahan dan keuntungan lainnya. Hal ini sesuai dengan tujuan penggunaan kartu kredit tersebut. Dan agar nasabah tidak terjebak dalam berbagai masalah dengan memegang kartu yang diperolehnya, maka pemilihan untuk memegang kartu dapat dilihat dari berbagai segi.
Ada beberapa cara untuk memilih kartu kredit yang baik. Tentu saja hal ini lebih banyak disesuaikan dengan keinginan pemohon. Setiap kartu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Secara umum kartu kredit dikatakan baik apabila:
·      Persyaratan untuk memperoleh kartu kredit relatif ringan
·      Proses cepat dan mudah serta tidak bertele-tele
·      Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan mudah dapat dibelanjakan di berbagai tempat yang diinginkan
·      Biaya penggunaan yang relatif rendah seperti iuran tahunan dan bunga yang dibebankan ke pemegang kartu
·      Kartu harus dapat digunakan dengan multi fungsi
·      Penggunaan kartu memberikan rasa bangga kepada pemakainya

E.     Jenis-Jenis Kartu Kredit
            Keleluasan dan kebebasan dalam menggunakan sangat dibatasi kepada jenis kartu  kredit yang dimilikinya. Setiap jenis kartu kredit memiliki keunggulan dan kekurangannya. Oleh karena itu nasabah harus pandai memilih kartu plastik yang sesuai dengan keinginan.
            Jenis-jenis kartu kredit yang ada saat ini dilihat dari berbagai sisi antara lain:
1.      Dilihat dari segi fungsi:
·           Change Card
Kartu kredit dimana pemegang kartu harus melunasi semua tagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus pada jatuh tempo.
·           Credit Card
Suatu sistem dimana pemegang kartu dapat melunasi penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus atau secara angsuran pada saat jatuh tempo.
·           Debit Card
Merupakan kartu kredit yang penagihan nasabah melalui pendebitan atas rekening yang ada di bank dimana pada saat membuka kartu.
·           Cash Card
Merupakan kartu yang berfungsi sebagai alat penarikan tunai pada ATM maupun langsung di Teller Bank.
·           Check Guarantee
Merupakan kartu yang digunakan sebagai jaminan dalam penarikan cek atau uang tunai.

2.    Berdasarkan Wilayah:
·           Kartu Lokal
Merupakan kartu yang hanya dapat dilakukan dalam suatu wilayah tertentu.
·           Kartu internasional
Kartu kredit yang dapat dilakukan di seluruh negara

F.     Keuntungan dan Kerugian Kartu Kredit
            Bagi nasabah pemegang kartu dengan memiliki kartu kredit, baik yang dikeluarkan oleh bank maupun lembaga pembiayaan diharapkan akan memberikan keuntungan. Demikian pula bagi lembaga penerbit kartu kredit tersebut. Oleh karena itu penggunaan kartu kredit dalam setiap transaksi akan memberikan berbagai keuntungan bagi berbagai pihak walaupun dalam praktiknyaterdapat juga kerugian.
            Adapun keuntungan yang diperolehnya antara lain:
1.      Keuntungan bagi bank atau lembaga pembiayaan
·           Iuran tahunan yang dikenakan kepada setiap pemegang kartu, jika semakin banyak pemegang kartu semakin banyak pula iuran yang akan diperolehnya.
·           Bunga yang dikenakan pada saat berbelanja, jika semakin besar yang menunggak berarti semakin besar perolehan bunganya.
·           Biaya administrasi yaitu biaya yang dibebankan kepada setiap pemegang kartu yang akan menarik uang tunai di ATM.
·           Biaya denda terhadap keterlambatan pembayaran disamping bunga.
2.      Keuntungan bagi pemegang kartu antara lain:
·           Kemudahan berbelanja dengan cara kredit, jadi nasabah tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan transaksi.
·           Kemudahan memperoleh uang tunai selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu di berbagai tempat-tempat strategis, sehingga memudahkan untuk memenuhi keperluan uang tunai yang mendadak.
·           Bagi sebagian yang memegang kartu kredit memeberikan kesan bonafiditas, sehingga memberikan kebangaan tersendiri
3.      Keuntungan bagi pedagang (merchant) antara lain:
·         Dapat meningkatkan omset penjualan, hal ini disebabkan adanya minimal pembelanjaan serta akibat pemegang kartu merasa tidak membayar uang tunai sekehendakinya, maka biasanya pemegang kartu boros melakukan transaksi.
·         Sebagai bentuk pelayanan yang diberikan kepada para pelanggannya, sehingga pelanggan selalu kembali untuk melakukan hal yang sama secara berulang-ulang.
            Disamping keuntungan bank card juga mengandung beberapa kerugian jika tidak dilakukan secara hati-hati. Kerugian memang suatu resiko yang pasti ada setiap ada kegiatan bisnis. Kerugian tersebut tidak hanya monopoli bankatau lembaga pembiayaan, akan tetapi juga bagi si pemegang kartu.
            Kerugian dimaksud antara lain:
3.        Kerugian bagi bak dan lembaga pembiayaan
·           Jika terjadi kemacetan pembayaran oleh nasabah yang belanja atau mengambil uang tunai sulit untuk ditagih mengingat persetujuan penerbitan kartu kredit biasanya tanpa jaminan benda-benda berharga.
4.        Kerugian bagi nasabah pemegang kartu
·           Biasanya nasabah agak boros dalam berbelanja, hal ini karena nasabah merasa tidak mengeluarkan uang tunai untuk berbelanja.
















BAB III
KESIMPULAN

            Di era modern kartu kredit adalah sarana pembayaran masa kini karena selain praktis kartu plastik juga aman karena bisa menghindari terjadinya kriminalitas. Di Indonesia sendiri baru dikenal oleh masyarakat luas sekitar tahun 1990-an, dan pamor kartu kredit hari demi hari makin meningkat karena bank-bank sendiri berlomba-lomba untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dengan memberikan keuntungan relatif besar dan kemudahan dalam pembuatan kartu kredit yang tidak memakan banyak waktu lama dan persyaratan yang relatif mudah untuk dapat dipenuhi.
            Sebenarnya kartu plastik sendiri merupakan kartu yang dikeluarkan oleh bank atau non bank. Kartu plastik diberikan kepada nasabah untuk dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Dimana pihak-pihak yang terlibat yaitu bank atau perusahaan pembiayaan, pedagang, dan pemegang kartu saling berkaitan dalam sistem kerja kartu kredit.
            Kartu plastik sendiri memiliki 2 jenis berdasarkan fungsi dan wilayah. Berdasarkan fungsi:
·         Change Card
·         Credit Card
·         Debit Card
·         Cash Card
·         Check Guarantee
Berdasarkan Wilayah:
·      Kartu Lokal
·      Kartu Internasional
            Setelah mengetahui jenis-jenis kartu kredit sekarang kita akan memilih kartu platik yang baik untuk pemegang kartu, anatara lain:
Secara umum kartu kredit dikatakan baik apabila:
·      Persyaratan untuk memperoleh kartu kredit relatif ringan
·      Proses cepat dan mudah serta tidak bertele-tele
·      Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan mudah dapat dibelanjakan di berbagai tempat yang diinginkan
·      Biaya penggunaan yang relatif rendah seperti iuran tahunan dan bunga yang dibebankan ke pemegang kartu
·      Kartu harus dapat digunakan dengan multi fungsi
·      Penggunaan kartu memberikan rasa bangga kepada pemakainya

            Selain itu kartu plastik memiliki beberapa keuntungan dan kerugian yaitu:
Bank
1. Iuran tahunan yang diberikan kepada pemegang kartu.
1. Tidak ada jaminan
2. Bunga yang dikenakan pada saat

belanja.

3. Biaya administrasi

4. Biaya denda

Nasabah
1. Kemudahan berbelanja
1.Boros
2. Kemudahan memperoleh uang tunai

3.Kesan Bonafiditas

Pedagang (merchant)
1. Meningkatkan omset penjualan

2.Bentuk pelayanan kepada pelanggan



DAFTAR PUSTAKA

Kasmir . Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya; edisi revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008

No comments:

Post a Comment